Membangun Kemandirian Santri: Inovasi Pertanian dan Peternakan di Al-Ashriyyah Nurul Iman

 Dari kliping :


Kemandirian bukan sekadar wacana di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung. Sebagai institusi yang terus berinovasi dalam memberdayakan santrinya, pesantren mengambil langkah konkret melalui Program Kecakapan Hidup (PKH). Program intensif ini membekali puluhan santri pilihan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, membuktikan bahwa pendidikan pesantren mampu mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi dan berjiwa wirausaha.

Program terpadu ini merupakan hasil prakarsa Dirjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang berkolaborasi dengan LSM Ikatan Peduli Sahabat Bogor (IPSB). Sebanyak 90 santri pilihan dan mahasiswa STAINI mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintah dan yayasan. Pembukaannya diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Bogor, Wawan Setiawan, serta dihadiri oleh Pimpinan Ponpes Ummi Waheeda, Wakil Pimpinan Ponpes Habib Idrus Al Haddar, perwakilan Diskoperindag UMKM, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor.

Ketahanan Pangan Melalui Pertanian dan Perikanan

Fokus utama dari pelatihan ini adalah menciptakan ketahanan pangan untuk internal pesantren. Di sektor perikanan, para santri diajarkan tata cara budidaya ikan bawal, gurame, dan lele. Menariknya, pendekatan yang digunakan menonjolkan efisiensi operasional. Ketua LSM IPSB, Sriyono, menjelaskan bahwa santri juga dilatih menanam talas sebagai pakan tambahan alternatif bagi ikan. Langkah ini merupakan strategi cerdas untuk menekan tingginya biaya operasional dari penggunaan pelet pabrikan.

Sementara itu, di sektor pertanian, fokus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi harian santri melalui penanaman sayur-mayur seperti labu siam dan kacang panjang. Hasil panen dari kebun ini diproyeksikan untuk menyuplai dapur umum pondok. Jika nantinya terdapat surplus hasil panen, sayur-mayur tersebut dapat dijual untuk menambah pemasukan yayasan.

Peternakan Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

Pengembangan tidak berhenti pada tanaman dan ikan. Sektor peternakan juga dioptimalkan secara komprehensif. Mengingat pesantren sudah memiliki populasi puluhan ekor sapi, para santri dibekali ilmu budidaya rumput gajah untuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas. Pelatihan ini juga mencakup manajemen ternak kambing etawa.

Lebih dari sekadar beternak, pelatihan ini juga menyentuh aspek keberlanjutan (sustainability) dan pengolahan limbah. Materi yang diberikan mencakup pengolahan limbah cair, pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan, hingga pemanfaatan biogas. Hal ini mengubah limbah yang awalnya menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi dan pupuk yang bernilai guna.

Pendampingan dan Nilai Kejujuran

Untuk memastikan keberhasilan program, pelatihan ini diisi oleh pemateri yang kompeten, mulai dari akademisi UIKA hingga praktisi lingkungan dan pertanian. Prosesnya pun tidak berhenti pada pemberian materi teori di kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan dan pendampingan intensif pasca-panen oleh LSM IPSB, BP3K Cibinong, dan BP3K Dramaga.

Namun, di atas semua keterampilan teknis tersebut, ada satu nilai inti yang menjadi fondasi utamanya. Seperti yang ditekankan oleh Pimpinan Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman, Ummi Waheeda, segala bentuk usaha dan kemandirian yang dijalankan oleh para santri harus selalu menempatkan kejujuran sebagai prioritas nomor satu.

Melalui langkah terpadu ini, Al-Ashriyyah Nurul Iman terus melangkah maju membina santri yang tidak hanya kaya akan ilmu agama, tetapi juga tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi.